GemaWarta – 24 April 2026 | Video seorang ibu yang memasak mi instan menggunakan kompor listrik di dalam gerbong kereta api Murhani menjadi sorotan utama media sosial pada Rabu, 22 April 2026. Saat kereta singgah di Stasiun Tegal, aksi memasak tersebut terekam dan langsung menyebar luas, memicu perdebatan tentang penggunaan stop kontak di dalam kereta serta keamanan penumpang.
Menurut keterangan resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang, fasilitas stop kontak yang tersedia pada tiap kursi memang ditujukan untuk perangkat elektronik berdaya rendah seperti handphone, tablet, laptop, dan earphone. Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 4, menegaskan bahwa penggunaan peralatan berdaya tinggi seperti kompor listrik, rice cooker, hair dryer, atau peralatan rumah tangga lainnya dilarang keras karena dapat membebani sistem kelistrikan kereta dan menimbulkan bahaya kebakaran.
Berikut rangkuman aturan penggunaan stop kontak yang dikeluarkan KAI:
- Perangkat yang diperbolehkan: handphone, tablet, laptop, earphone, dan perangkat pribadi berdaya rendah lainnya.
- Perangkat yang dilarang: kompor listrik, rice cooker, hair dryer, catokan rambut, teko listrik, serta segala peralatan yang mengkonsumsi daya tinggi.
- Larangan pengisian powerbank: tidak diperkenankan mengisi daya powerbank langsung di stop kontak kereta.
- Keamanan penggunaan: pastikan perangkat tidak menjadi terlalu panas dan cabut segera setelah selesai.
- Penggunaan bijak: gunakan stop kontak secara bergantian dan tetap memperhatikan kenyamanan penumpang lain.
Setelah video tersebut beredar, KAI menyatakan akan melakukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan kebenaran informasi. Luqman menambahkan, “Kami memahami perhatian publik dan berkomitmen menjaga keselamatan serta kualitas pelayanan.”
Di sisi lain, ibu yang menjadi sorotan video tersebut mengakui kesalahannya lewat unggahan pribadi. Ia menuliskan permintaan maaf kepada penumpang lain dan menjelaskan bahwa niatnya sekadar menghilangkan rasa lapar selama perjalanan yang lama. “Saya minta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” tulisnya.
Insiden ini juga memunculkan reaksi beragam dari netizen. Sebagian mengkritik tindakan yang dianggap melanggar aturan, sementara yang lain menilai bahwa KAI perlu memberikan edukasi lebih jelas mengenai batasan penggunaan stop kontak. Beberapa komentar menyoroti pentingnya pengawasan petugas kereta agar kejadian serupa tidak terulang.
Para pakar keselamatan transportasi menegaskan bahwa penggunaan peralatan berdaya tinggi di dalam ruang terbatas seperti gerbong kereta dapat menimbulkan risiko kebakaran, gangguan sistem listrik, bahkan kerusakan pada jaringan kelistrikan kereta yang bersifat sensitif. “Sistem kelistrikan kereta dirancang untuk beban tertentu. Menambah beban secara tiba-tiba dapat memicu pemutusan daya atau korsleting,” ujar seorang insinyur listrik yang tidak disebutkan namanya.
Untuk menghindari hal serupa, KAI berencana meningkatkan sosialisasi aturan melalui poster di dalam gerbong, pengumuman di stasiun, serta kampanye digital. Selain itu, KAI menyiapkan prosedur penegakan disiplin bagi penumpang yang melanggar, termasuk peringatan tertulis atau denda sesuai regulasi internal.
Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi penumpang kereta api di seluruh Indonesia. Penggunaan fasilitas yang disediakan harus selalu mengacu pada aturan yang ada, demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Dengan edukasi yang tepat dan kepatuhan penumpang, kejadian serupa diharapkan dapat diminimalisir di masa depan.
Secara keseluruhan, viralitas aksi memasak mi dengan kompor listrik di kereta api menimbulkan klarifikasi resmi KAI, mempertegas aturan stop kontak, dan mengingatkan publik akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan kereta api.











