GemaWarta – 25 April 2026 | Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemulihan citra Kota Bandung tidak dapat dicapai secara terpisah. Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menjadi kunci utama untuk mengembalikan kharisma, wibawa, dan keanggunan ibu kota provinsi. Dalam sebuah pernyataan tertulis pada Rabu, 24 April 2026, ia mengapresiasi upaya bersama ASN kedua level pemerintahan yang secara rutin membersihkan jalan setapak, trotoar, dan area publik di sepanjang satu kilometer dari kantor masing‑masing.
Kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolik. Dedi menekankan bahwa penataan kota harus melibatkan seluruh unsur, mulai dari aparatur sipil negara, sektor swasta, hingga masyarakat umum. “Gotong‑royong menjadi fondasi, karena tantangan perkotaan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja,” ujarnya. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang secara konsisten berkoordinasi dengan Pemprov dalam mengatasi masalah‑masalah mendesak.
Berikut beberapa program utama yang menjadi fokus sinergi Pemprov‑Pemkot:
- Pengelolaan Sampah Terpadu: Pengoptimalan TPA Sarimukti menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi, sehingga limbah dapat diubah menjadi sumber listrik bagi daerah sekitar.
- Infrastruktur Dasar: Peningkatan penerangan jalan umum (PJU) dengan teknologi LED yang hemat energi, integrasi sistem CCTV antar‑instansi, serta perbaikan jaringan drainase untuk mengurangi risiko banjir.
- Transportasi Publik Terintegrasi: Pengembangan jaringan bus rapid transit (BRT) yang menghubungkan titik‑titik utama Bandung Raya, serta pembangunan underpass dan flyover strategis untuk memperlancar arus kendaraan.
- Smart Traffic Management: Pemasangan lampu lalu lintas digital yang menyesuaikan durasi hijau berdasarkan volume kendaraan real‑time, sehingga kemacetan dapat diminimalisir.
Pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan terbesar yang diidentifikasi. Dedi menekankan pentingnya memastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut‑sudut kota, terutama di area publik dan jalur pejalan kaki. Dengan memanfaatkan TPA Sarimukti sebagai pusat energi terbarukan, diharapkan beban lingkungan dapat berkurang signifikan.
Di bidang infrastruktur, optimalisasi PJU tidak hanya memperindah tampilan kota, melainkan juga meningkatkan keamanan malam hari. Integrasi CCTV antara Pemprov dan Pemkot diharapkan dapat memperkuat pengawasan kriminalitas serta mempermudah respons darurat. Sementara itu, perbaikan drainase menjadi prioritas mengingat Bandung sering terdampak banjir musiman.
Transportasi publik menjadi fokus lain yang tidak kalah penting. Dedi menyoroti kebutuhan akan sistem transportasi yang ramah lingkungan dan terintegrasi, sehingga warga tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi. Pembangunan underpass dan flyover direncanakan pada koridor‑koridor dengan tingkat kemacetan tertinggi, sementara sistem lampu lalu lintas pintar akan menyesuaikan diri secara dinamis dengan arus kendaraan.
Kolaborasi ini juga mencakup upaya mempercantik wajah kota secara keseluruhan. Penataan area wisata, revitalisasi ruang terbuka hijau, serta program kebersihan rutin menjadi bagian dari agenda bersama. Dedi menegaskan bahwa Bandung tidak hanya harus menjadi pusat administrasi, tetapi juga destinasi wisata unggulan yang menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara.
Sinergi antara Pemprov Jawa Barat dan Pemkot Bandung telah menghasilkan beberapa pencapaian awal, antara lain penurunan volume sampah yang tidak terkelola sebesar 15% dalam tiga bulan pertama, serta peningkatan kepuasan warga terhadap kebersihan jalan sebesar 22% berdasarkan survei independen. Kedepannya, target jangka panjang mencakup pencapaian kota bebas sampah pada tahun 2030 dan pengurangan waktu tempuh kendaraan di jam sibuk hingga 30%.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan luas dari semua pemangku kepentingan, Dedi Mulyadi yakin bahwa kolaborasi ini akan berhasil mengembalikan kharisma Kota Bandung, menjadikannya contoh model tata kelola perkotaan yang modern, berkelanjutan, dan berorientasi masa depan.











