Kriminal

Skandal D4vd: Tuduhan Pembunuhan, Konten Pornografi Anak, dan Serangan Anti-Semit terhadap Pengacara

×

Skandal D4vd: Tuduhan Pembunuhan, Konten Pornografi Anak, dan Serangan Anti-Semit terhadap Pengacara

Share this article
Skandal D4vd: Tuduhan Pembunuhan, Konten Pornografi Anak, dan Serangan Anti-Semit terhadap Pengacara
Skandal D4vd: Tuduhan Pembunuhan, Konten Pornografi Anak, dan Serangan Anti-Semit terhadap Pengacara

GemaWarta – 25 April 2026 | Kasus yang melibatkan penyanyi muda D4vd, nama panggung David Anthony Burke, kini menjadi sorotan utama media internasional. Pada awal April 2026, Burke ditangkap di Los Angeles setelah dakwaan pembunuhan berencana pertama terhadap seorang remaja berusia 14 tahun, Celeste Rivas Hernandez, yang sebelumnya diyakini memiliki hubungan pribadi dengan sang artis. Penemuan mayat korban yang terurai dan terdisintegrasi di dalam sebuah Tesla milik Burke menambah beratnya tuduhan, sementara penyelidikan lebih lanjut mengungkap temuan yang lebih mengerikan.

Menurut pihak kepolisian Los Angeles County, tubuh Celeste ditemukan pada September 2025 di bagasi mobil listrik milik Burke, setelah pemilik mobil melaporkan bahwa kendaraan tersebut terparkir di sebuah garasi publik tanpa izin. Pemeriksaan forensik menunjukkan adanya tanda-tanda dismemberment serta penggunaan alat tajam, yang selanjutnya memperkuat tuduhan pembunuhan dengan motif keuangan dan pemusnahan bukti.

🔖 Baca juga:
Misteri Kematian Yai Mim di Rutan Polresta Malang: Tahanan Tiba-tiba Lemas Saat Diperiksa

Selain tuduhan utama, jaksa penuntut menambahkan dakwaan tambahan berupa kepemilikan dan distribusi materi pornografi anak. Pada sidang pembacaan dakwaan pada 20 April 2026, jaksa mengklaim bahwa penyelidikan digital berhasil mengamankan sekitar 40 terabyte data dari ponsel korban, yang berisi ribuan file gambar dan video eksplisit yang melibatkan anak di bawah umur. Data tersebut dikategorikan sebagai bukti utama yang dapat menambah hukuman penjara hingga hukuman mati, tergantung keputusan jaksa.

Burke, yang pada tahun 2022 meraih popularitas lewat lagu “Romantic Homicide” dan “Here With Me” di TikTok, sebelumnya berada di bawah naungan Interscope Records melalui label Darkroom Records. Namun, sejak munculnya penyelidikan polisi, label tersebut secara diam-diam memutuskan kontrak kerja sama pada akhir 2025. Universal Music Group (UMG), pemilik label induk, kemudian membantu beberapa artis yang pernah berkolaborasi dengan D4vd untuk menarik lagu bersama mereka dari platform streaming.

Beberapa nama besar yang terlibat dalam kolaborasi tersebut, termasuk Kali Uchis, Holly Humberstone, Laufey, dan Damiano David, telah menghapus trek bersama mereka secara sukarela. UMG dilaporkan memfasilitasi proses penghapusan tersebut, meskipun hak cipta atas musik D4vd tetap berada pada entitas D4VD ENT., LLC, yang tidak dimiliki oleh UMG.

🔖 Baca juga:
Tragedi Pengeroyokan di SMAN 5 Bandung: 6 Pelajar Tersangka, Wali Kota Janjikan Pendampingan Intensif

Di luar ranah musik, D4vd juga menghadapi tindakan sanksi dari platform digital. YouTube, melalui kebijakan Creator Responsibility, menangguhkan akun milik sang artis sehingga ia tidak dapat lagi memperoleh pendapatan iklan. Keputusan tersebut diambil setelah meninjau perilaku di luar platform yang dianggap merugikan komunitas YouTube.

Selain tekanan hukum dan industri, tim hukum D4vd menjadi target kebencian yang ekstrem. Pada akhir April 2026, sejumlah surat antisemitik mengancam para pengacara yang membela Burke, termasuk Blair Berk, Marilyn Bednarski, dan Regina Peter. Salah satu surat yang bocor ke publik menuduh para pengacara tersebut sebagai “Jews” dan mengancam kekerasan terhadap keluarga mereka, sekaligus merujuk pada cara tubuh Celeste dibuang. Surat tersebut memicu kecaman luas dari organisasi hak asasi manusia dan lembaga penegak hukum yang menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kebencian berbahaya.

Berbagai kelompok advokasi, termasuk Industry Blackout, meluncurkan petisi untuk menghapus semua karya D4vd dari layanan streaming seperti Spotify dan Apple Music. Mereka berargumen bahwa terus memutar musik seorang yang dituduh melakukan kejahatan seksual dan pembunuhan terhadap anak adalah pelanggaran moral dan etika industri musik.

🔖 Baca juga:
Mahasiswi di Jaluko Muaro Jambi Teriak, Imbas Pencurian Bugil hingga Pelaku Dikejar Hingga Jalan Ness dan Bonyok

Berikut rangkaian kronologis utama yang terkait dengan kasus ini:

  • April 2024: Celeste Rivas Hernandez menghilang setelah terakhir terlihat memasuki rumah Burke di Los Angeles.
  • September 2025: Badan kepolisian menemukan mayat Celeste di dalam bagasi Tesla milik Burke.
  • Desember 2025: Penyidikan digital mengidentifikasi lebih dari 40TB data yang mengandung materi pornografi anak di ponsel Burke.
  • Januari 2026: Interscope Records secara resmi memutuskan kontrak kerja sama dengan D4vd.
  • April 2026: Burke ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan tingkat pertama, serta kejahatan tambahan terkait pornografi anak.
  • April 2026: Pengacara Burke menerima surat kebencian antisemitik yang mengancam keselamatan pribadi mereka.

Saat ini, Burke masih menolak semua tuduhan dan menegaskan bahwa bukti yang ada belum dapat membuktikan keterlibatannya secara langsung dalam pembunuhan tersebut. Pengacara timnya berjanji akan membuktikan bahwa “actual evidence” akan menunjukkan ketidakbersalahan klien mereka.

Kasus ini menimbulkan perdebatan luas tentang tanggung jawab moral industri hiburan, batas kebebasan artistik, dan perlindungan hukum terhadap korban kejahatan seksual. Sementara proses peradilan masih berlangsung, masyarakat dan penggemar D4vd menantikan kejelasan lebih lanjut, baik dalam konteks hukum maupun dalam penanganan materi sensitif yang kini tersebar di dunia digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *