Kriminal

Bikin Resah Warga: 5 Remaja Celurit Diamankan Polisi di Margorejo Tempel

×

Bikin Resah Warga: 5 Remaja Celurit Diamankan Polisi di Margorejo Tempel

Share this article
Bikin Resah Warga: 5 Remaja Celurit Diamankan Polisi di Margorejo Tempel
Bikin Resah Warga: 5 Remaja Celurit Diamankan Polisi di Margorejo Tempel

GemaWarta – 03 Mei 2026 | Polisi wilayah Sleman berhasil mengamankan lima remaja yang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit di kawasan Tempel pada Sabtu sore, 2 Mei 2026. Aksi mereka bermula dari tantangan terhadap pengendara di Jalan Magelang, kemudian berlanjut hingga masuk ke area Perumahan Margorejo Asri. Kejadian ini menimbulkan kecemasan di kalangan warga setempat, yang sebelumnya sudah merasakan meningkatnya tindakan kekerasan di jalur perkotaan.

Menurut keterangan Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, insiden dimulai sekitar pukul 14.00 WIB ketika sebuah rombongan remaja menghampiri sekelompok pengendara yang melintas di Jalan Magelang. Rombongan tersebut memanggil nama pengendara, kemudian mengeluarkan teriakan tantangan. Salah satu pelaku sempat menggunakan gasper untuk menampar helm pengendara, menimbulkan luka ringan.

🔖 Baca juga:
Drama Pengeroyokan Kades Lumajang: 8 Pelaku Ditangkap, Celurit‑Pisau Jadi Senjata Utama

Korban, seorang pemuda berinisial ASLW berusia 18 tahun asal Sidomulyo, Trimulyo, tidak tinggal diam. Bersama dua temannya, ia mengejar para pelaku hingga memasuki kawasan perumahan Margorejo Asri. Di sana, warga setempat ikut membantu dengan menahan remaja yang berusaha melarikan diri. Upaya kolektif ini mempercepat proses penangkapan dan memungkinkan petugas menemukan satu celurit yang disembunyikan di bagian depan perut pelaku.

Kelima remaja yang diamankan memiliki inisial AZA (14), AS (14), BS (14), AFB (14), dan ASA (15). Mereka berasal dari Ngluwar, Magelang, dan masing‑masing mengaku membawa senjata tajam tersebut sebagai alat “berjaga‑jaga” bila terjadi serangan. Saat pemeriksaan, semua pelaku mengakui bahwa celurit itu diselipkan di pinggang depan mereka, meski tidak ada indikasi penggunaan senjata secara langsung dalam konfrontasi.

🔖 Baca juga:
Rizki Haji: Remaja 17 Tahun Gantikan Ayah, Raih Kesempatan Suci di Tanah Suci

Penangkapan ini menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam membantu aparat kepolisian. Warga yang menyaksikan aksi kekerasan tersebut tidak hanya melaporkan kejadian, tetapi juga turut menahan pelaku hingga tim kepolisian tiba. Keberadaan komunitas yang pro‑aktif menjadi faktor kunci dalam mencegah eskalasi lebih lanjut dan memastikan barang bukti, yaitu senjata tajam yang dibawa oleh remaja celurit, dapat diamankan dengan cepat.

Setelah penangkapan, kelima remaja dibawa ke Polsek Tempel untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi mengingatkan bahwa membawa senjata tajam tanpa izin dapat berujung pada tindak pidana yang berat, terutama bila digunakan untuk mengancam atau melukai orang lain. Iptu Argo menambahkan bahwa aparat akan memperketat pengawasan di wilayah rawan konflik, serta meningkatkan kerja sama dengan tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan untuk mengedukasi remaja mengenai bahaya kepemilikan senjata ilegal.

🔖 Baca juga:
Remaja Rizki, 17 Tahun, Jadi Jemaah Haji Termuda yang Menginspirasi Generasi Muda

Reaksi publik di media sosial menunjukkan keprihatinan terhadap meningkatnya aksi intimidasi di jalan raya. Banyak netizen menyerukan penegakan hukum yang tegas serta peningkatan patroli polisi di area perkotaan. Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan komitmen mereka untuk terus memantau potensi konflik serupa, terutama di jalur-jalur yang sering menjadi tempat pertemuan remaja dan pengendara.

Kasus ini menjadi peringatan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak‑anaknya. Pengawasan yang lebih ketat dan dialog terbuka mengenai bahaya penggunaan senjata tajam diharapkan dapat menurunkan angka kejadian serupa di masa depan. Dengan sinergi antara aparat, warga, dan lembaga pendidikan, keamanan jalanan di Sleman dapat terjaga, dan rasa aman warga dapat kembali pulih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *