GemaWarta – 08 Mei 2026 | DKI Jakarta telah mencapai kemajuan signifikan dalam upaya mengurangi jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di wilayahnya. Pada tahun 2017, jumlah RW kumuh di Jakarta mencapai 445, namun pada tahun 2026, angka tersebut telah turun menjadi 211 RW, menunjukkan penurunan sebesar 52 persen.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam penurunan jumlah RW kumuh di Jakarta. Peran perempuan dalam masyarakat, terutama dalam aspek pengelolaan rumah tangga dan lingkungan, berdampak signifikan pada peningkatan kualitas hidup dan kebersihan di daerah mereka.
Penurunan jumlah RW kumuh ini juga tidak lepas dari upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengatasi masalah sampah dan pengelolaan lingkungan. Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menekankan pentingnya langkah konkret dalam mengatasi masalah sampah di Jakarta, mulai dari edukasi kepada masyarakat hingga pembenahan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
Warga RW kumuh di Jakarta, seperti Fina, yang telah 25 tahun menetap di wilayah Tambora, Jakarta Barat, mengaku bahwa mereka lebih memilih tinggal di rumah sendiri meskipun kondisinya tidak ideal, daripada harus mengontrak dan memikirkan biaya sewa setiap bulan. Fina, yang berjualan es untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengaku bahwa ia harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di tengah kondisi ekonomi yang terbatas.
Upaya penurunan RW kumuh di Jakarta juga didukung oleh berbagai kegiatan, seperti Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang digelar di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat.
Dalam upaya mengatasi masalah RW kumuh, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan penutupan akses liar menuju kawasan rel kereta api di wilayah Jatinegara, menyusul viralnya video pasangan yang diduga melakukan perbuatan mesum di pinggir rel tersebut. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.
Kesimpulan, upaya penurunan RW kumuh di Jakarta telah menunjukkan kemajuan signifikan. Dengan peran aktif perempuan dan upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi masalah sampah dan pengelolaan lingkungan, diharapkan kondisi RW kumuh di Jakarta dapat terus membaik dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.











