GemaWarta – 23 Mei 2026 | Bank Negara Indonesia (BNI) telah menyiapkan strategi khusus untuk mengelola potensi dana jumbo dari kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang akan berlaku mulai 1 Juni 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan dunia.
Menurut Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, kebijakan pemerintah tersebut akan memperkuat likuiditas valuta asing domestik sekaligus pendalaman pasar keuangan nasional. BNI juga telah mulai melakukan sosialisasi kepada nasabah terkait mekanisme baru DHE SDA dan menyiapkan relationship manager khusus untuk mendampingi nasabah eksportir dalam penyesuaian kebijakan tersebut.
Selain itu, BNI juga memperkuat platform BNIdirect melalui fitur khusus DHE SDA yang memungkinkan monitoring, reporting kepada pemerintah, hingga pengelolaan transaksi secara lebih terintegrasi dan efisien. BNI juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengoptimalkan pengelolaan dana DHE SDA melalui penguatan layanan digital cash management, layanan tresuri, optimalisasi instrumen investasi, hingga kesiapan menjadi mitra utama pemerintah dalam distribusi Surat Berharga Negara (SBN) valas domestik khusus DHE SDA.
Di sisi lain, Indonesia juga tengah mempersiapkan proses untuk menjadi bagian dari New Development Bank (NDB), bank pembangunan yang dibentuk negara-negara BRICS untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan kerja sama negara berkembang. Kementerian Luar Negeri RI telah menyampaikan dukungan Indonesia terhadap penguatan NDB dan menyatakan bahwa Indonesia tengah menyesuaikan proses internal untuk bergabung.
Bank Indonesia juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% pada 20 Mei untuk menahan depresiasi rupiah yang terus menyentuh rekor terlemah. Sejumlah indikator menunjukkan tekanan terhadap rupiah semakin besar, sehingga kebijakan moneter dan fiskal yang tepat sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan ekonomi global.
Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, BNI dan pemerintah Indonesia harus terus berkoordinasi untuk mengambil kebijakan yang tepat dan efektif. Dengan demikian, diharapkan Indonesia dapat mempertahankan stabilitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masa depan.











