Pendidikan

Guru Bahasa Inggris Viral Setelah Menggadaikan Laptop Murid, Kasus ini Mengungkap Masalah Lebih Dalam dalam Pendidikan

×

Guru Bahasa Inggris Viral Setelah Menggadaikan Laptop Murid, Kasus ini Mengungkap Masalah Lebih Dalam dalam Pendidikan

Share this article
Guru Bahasa Inggris Viral Setelah Menggadaikan Laptop Murid, Kasus ini Mengungkap Masalah Lebih Dalam dalam Pendidikan
Guru Bahasa Inggris Viral Setelah Menggadaikan Laptop Murid, Kasus ini Mengungkap Masalah Lebih Dalam dalam Pendidikan

GemaWarta – 12 Mei 2026 | Suatu kejadian yang mengejutkan baru-baru ini terjadi di Jakarta, di mana seorang guru bahasa Inggris yang baru dua minggu mengajar di sebuah sekolah menengah atas (SMA) diduga menggadaikan laptop milik salah satu muridnya. Guru tersebut, yang bernama Salpa Rizki Apriyanto, meminjam laptop muridnya dengan alasan pekerjaan mendesak, tetapi kemudian menggadaikannya tanpa izin dari pemiliknya.

Kejadian ini bermula ketika murid tersebut meminjamkan laptopnya kepada gurunya untuk mengerjakan tugas kelompok. Namun, saat murid tersebut meminta laptopnya kembali, gurunya mengaku bahwa laptop tersebut sedang dipinjam oleh temannya. Setelah beberapa jam, murid tersebut mengaku bahwa laptopnya sebenarnya dipinjam oleh gurunya, Salpa Rizki Apriyanto.

🔖 Baca juga:
Nasib Guru Honorer 2027: Apa yang Terjadi Setelah Penugasan Berakhir?

Keluarga murid tersebut kemudian melabrak Salpa Rizki Apriyanto dan menanyakan keberadaan laptop muridnya. Salpa Rizki Apriyanto akhirnya mengaku bahwa laptop murid tersebut memang telah digadaikan. Keluarga murid tersebut berhasil menebus laptop tersebut seharga tiga juta rupiah.

Kejadian ini mengungkap masalah lebih dalam dalam pendidikan, yaitu masalah kesejahteraan guru. Banyak guru yang masih belum memperoleh kesejahteraan yang layak, sehingga mereka terpaksa melakukan hal-hal yang tidak etis untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Program Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru masih belum efektif dalam mengatasi masalah ini.

🔖 Baca juga:
Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat: Harga Rp179.900, Anggaran Rp27 Miliar, dan Penolakan Stradenine Terlibat

Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya pengawasan dan kontrol dalam pendidikan. Guru harus diawasi dan dikontrol agar mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak etis dan merugikan muridnya. Orang tua murid juga harus lebih aktif dalam mengawasi kegiatan guru dan muridnya.

Dalam kesimpulan, kejadian ini mengungkap masalah lebih dalam dalam pendidikan, yaitu masalah kesejahteraan guru dan pengawasan dalam pendidikan. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan mengawasi pendidikan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

🔖 Baca juga:
Skandal Joki UTBK di Universitas Negeri Malang: Identitas Palsu Terungkap lewat CCTV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *