Pendidikan

BEM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Rektor IPB Tegaskan Fokus pada CoE MBG

×

BEM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Rektor IPB Tegaskan Fokus pada CoE MBG

Share this article
BEM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Rektor IPB Tegaskan Fokus pada CoE MBG
BEM IPB Tolak Dapur MBG di Kampus, Rektor IPB Tegaskan Fokus pada CoE MBG

GemaWarta – 10 Mei 2026 | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB menolak rencana pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di kampus IPB. BEM IPB menekankan bahwa instansi pendidikan adalah lembaga moral dan intelektual, bukan untuk dijadikan proyek tumbal MBG.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, mengapresiasi mahasiswa yang tetap aktif menyampaikan kritik dan masukan mengenai berbagai isu nasional, termasuk soal keterlibatan IPB University dalam program MBG. Melalui forum dialog terbuka, Rektor menegaskan bahwa IPB University tidak terlibat langsung dalam operasional dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena mempertimbangkan berbagai risiko teknis dan keamanan pangan.

🔖 Baca juga:
Anggaran Rp1,2 Triliun untuk IT MBG: Kepala BGN Dadan Hindayana Bongkar Fakta dan Transparansi Proyek

IPB University lebih fokus pada peran strategis sebagai penggagas Center of Excellence (CoE) untuk Pemenuhan Gizi Nasional (PGN) bersama Badan Gizi Nasional, Bappenas, Unicef, dan berbagai mitra lainnya. Peran ini mencakup penyusunan kajian akademik, pelatihan, pengembangan standar mutu, hingga penguatan sistem pengawasan berbasis data.

Kepala Lembaga Riset Internasional Pangan, Gizi, Kesehatan, dan Halal, Prof Erika B Laconi, menegaskan bahwa IPB University tidak menjalankan operasional SPPG di dalam kampus. Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki peran utama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penguatan sistem.

🔖 Baca juga:
Keracunan MBG di Demak: Lebih dari 100 Santri Dirawat, Penyebab Masih Ditelusuri

Mahasiswa memiliki ruang besar untuk berkontribusi melalui penelitian, pengawasan lapangan, inovasi pangan, hingga pengembangan startup berbasis pangan dan gizi. Dengan demikian, kualitas implementasi program pemenuhan gizi nasional diharapkan dapat diperkuat.

SPPG akan dikelola oleh PT Bogor Life Science and Technology (BLST), holding company milik IPB, melalui yayasan yang dibentuk secara khusus. Yayasan tersebut berbadan hukum dan dikelola secara profesional, terpisah dari anggaran pendidikan dan operasional akademik IPB.

🔖 Baca juga:
Kampus Dilarang Mengelola Dapur MBG, Ini Alasannya

IPB University memastikan struktur tata kelola dan mandat akademik kampus tetap terjaga. Dengan fokus pada CoE MBG, IPB University berperan dalam meningkatkan kualitas implementasi program pemenuhan gizi nasional dan membantu pemerintah dalam mengatasi masalah gizi di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *