Ekonomi

IHSG Anjlok 3,54%: Saham PTRO, MEDC, dan DEWA Merah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan ini?

×

IHSG Anjlok 3,54%: Saham PTRO, MEDC, dan DEWA Merah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan ini?

Share this article
IHSG Anjlok 3,54%: Saham PTRO, MEDC, dan DEWA Merah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan ini?
IHSG Anjlok 3,54%: Saham PTRO, MEDC, dan DEWA Merah, Apa yang Terjadi di Balik Pelemahan ini?

GemaWarta – 22 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 223,56 poin atau sebesar 3,54% ke level 6.094,94 pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026). Pelemahan ini dipengaruhi oleh beberapa saham yang anjlok, termasuk PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), dan PT Barito Pacific Tbk. (BRPT). Saham PTRO juga ikut merosot, menambah kekhawatiran investor.

Menurut analis, pelemahan IHSG ini terkait dengan asumsi RAPBN 2027 dan kebijakan ekspor SDA satu pintu. Presiden RI telah menyampaikan target defisit anggaran tahun 2027 sebesar 1,8%-2,4% dari PDB. Selain itu, pemerintah juga akan mewajibkan ekspor komoditas sumber daya alam dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk sebagai pengekspor tunggal.

🔖 Baca juga:
IHSG Anjlok 6,61% dalam Seminggu, Investor Asing Kabur Besar, Kapitalisasi Pasar Turun 6,59%

Di sisi lain, emiten masih menahan diri untuk memenuhi ketentuan free float 15%. Direktur Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Gilman Pradana menyatakan bahwa emiten awareness akan deadline masing-masing dan telah melakukan berbagai upaya untuk memenuhi ketentuan baru free float. Namun, lesunya kinerja pasar saham saat ini membuat emiten cenderung wait and see dalam menjajakan saham mereka di pasar.

🔖 Baca juga:
Jelang Rebalancing MSCI Mei, Saham Ini Siap Curi Perhatian Investor

Tim riset Phintraco Sekuritas juga menyatakan bahwa sentiment domestik masih mendominasi terkait dengan pidato Presiden RI di DPR. Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 diperkirakan berada pada kisaran 5,8%-6,5%, inflasi 1,5%-3,5%, nilai tukar Rupiah di Rp16.800-Rp17.500/US$, dan suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6,5%-7,3%.

🔖 Baca juga:
Suspensi BEI atas Lonjakan Spektakuler Saham WBSA: Harga Meroket 691% di Tengah Gejolak Rupiah dan Minyak

Dalam kesimpulan, pelemahan IHSG ini terkait dengan beberapa faktor, termasuk asumsi RAPBN 2027, kebijakan ekspor SDA satu pintu, dan lesunya kinerja pasar saham. Emiten masih menahan diri untuk memenuhi ketentuan free float 15%, dan investor perlu memperhatikan sentimen domestik dan kondisi pasar saham yang lesu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *